Selasa, 31 Juli 2012

Dr. Mursi Presiden yang Hafal Quran

26/7/2012 | 08 Ramadhan 1433 H | Hits: 1.996
Oleh: Tim dakwatuna.com
Cover buku “Dr. Mursi Presiden yang Hafal Quran”.
Judul                : Dr. Mursi Presiden yang Hafal Quran
Penulis             : Hepi Andi Bastoni dkk
Penerbit          : Pustaka al-Bustan
Cetakan           : Pertama, Juli 2012
Halaman         : 216 halaman
Ukuran            : 13 x 17 cm
ISBN                 : 978-979-1324-05-2
dakwatuna.com – Revolusi Mesir awal tahun lalu telah mengantar seorang anak petani menjadi presiden. Ia memang belum lama terpilih sebagai presiden.
Namun, seabrek pelajaran berharga sudah bertaburan darinya. Pidato yang ia sampaikan sarat dengan petuah yang patut diteladani oleh pengelola republik ini.
arusnya seorang pemimpin bersikap. Ia menempatkan diri bukan sebagai penguasa, melainkan pelayan. Ia menempatkan toleransi di atas segala-galanya. Ia mengubur dalam-dalam perbedaan.
Mursi tak hanya dikenal sebagai akademisi yang merampungkan program doktoralnya di University of Southern California. Ia juga sosok sederhana yang religius. Ia menjadi presiden pertama yang hafal Al-Qur’an 30 juz. Tak hanya dirinya, istri dan lima anaknya juga hafal 30 juz Al-Qur’an.
Buku ini terdiri dari empat bab. Bab I bertutur tentang biografi Dr Mursi. Dimulai dari masa kecil hingga dirinya terpilih sebagai presiden. Untuk melengkapi kisah hidupnya, penulis mengutip beberapa ungkapan dari orang-orang dekatnya, termasuk istri, anak dan sepupu sang Presiden.
Bab II menuturkan detik-detik Revolusi Mesir, proses pemilihan umum hingga terpilihnya sang Presiden. Pada Bab III, sedikit analisa tentang bagaimana kondisi ‘dunia’ setelah terpilihnya Dr  Mursi. Wa bil khusus, kondisi Mesir sendiri dan Palestina. Diakui atau tidak, segala penderitaan rakyat Palestina, khususnya Gaza, tak  bisa dipisahkan dengan kebijakan Mesir selama ini.
Nah, terpilihnya Dr Mursi sebagai Presiden Mesir tentu akan menimbulkan efek bagi Palestina mengingat sang Presiden adalah bagian dari Al-Ikhwan Al-Muslimun, jamaah yang berada di garda terdepan membela Palestina bersama dengan kelompok lainnya.
Bab IV sebagai penutup memaparkan hubungan Indonesia dan Mesir. Adalah fakta sejarah bahwa Mesir merupakan negara pertama yang mengakui Indonesia merdeka. Jalinan persahabatan itu tak pernah putus. Banyak pengaruh pemikiran yang bersumber dari Mesir dan menjadi bahan perbincangan di Indonesia, menjadi bukti bahwa antara Indonesia dan Mesir terjalinan hubungan yang erat.
Selain itu, buku ini juga dilampiri dengan foto-foto Dr Mursi dan berbagai peristiwa yang mengiringinya melaju dari penjara ke istana.
Bisa disebut karya ini merupakan buku pertama tentang Dr Mursi yang terbit di Indonesia (entah kalau di luar negeri) setelah sang presiden terpilih. Di Malaysia, buku sedang dalam proses editing ke bahasa Melayu dan akan terbit juga awal Agustus 2012. 







(Chairul Akhmad/ROL)
 
 

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21876/dr-mursi-presiden-yang-hafal-quran/#ixzz22AIpbBhF

Senin, 30 Juli 2012

JIKA KITA MARAH

Jika kita Marah :
Selama lima menit saja, maka imunitas system tubuh tubuh kita akan depresi 6 jam.
-          Jika kita menyimpan kepahitan atau dendam, maka imunitas tubuh kita mati, disitulah awal segala penyakit, STRES, Kolestrol tinggi, pemicu Darah Tinggi,Strok (Pendarahan).
-          Jika kita sering membiarkan diri kita Stres, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.
-          Jika kita sering khawatir, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
-          Jika kita Mudah Tersinggung, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
-          Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena  GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
-          Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
-          Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)
-          Jika kita mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH maka kita akan bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
-          Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkngan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
-          Jika sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.
-          Jika sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS ( memori dan control fungsi tubuh berkurang ).
-          Jika kita sering BERSEDIH  dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka “Hati” ini menjadi BERGEMBIRA dan menibulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh untuk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.
( HATI Yang GEMBIRA adalah OBAT)

Sumber : Buku “ The Healing and Spencer”.

Minggu, 22 Juli 2012

8 Manfaat Minum Teh

8 Manfaat Minum Teh

Posted by: adek on: Oktober 22, 2007
Diadaptasi dari Nova edisi Juni,2004

Banyak alasan kenapa orang minum teh. Jika anda punya kebiasaan itu,teruskan saja. Ada 8 manfaat yang terkandung dalam satu cangkir teh. Apa saja ?

1. Antioksidan dalam teh dapat melindungi tubuh dari efek polusi dan penuaan dini

2. Mengandung sedikit kafein. 1/8 cangkir kopi mengandung 135 mg kafein, sementara 1 cangkir teh hanya mengandung 30-40 mg kafein sehingga tidak membuat sakit kepala atau susah tidur

3. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Teh membuat peredaran darah lancar dan bersih. Hasil studi di Belanda memperlihatkan, orang yang minum 2-3 cangkir teh hitam perhari memiliki sedikit resiko serangan jantung daripada yang tidak pernah minum teh.

4. Perkuat tulang. Ternyata bukan hanya kalsium susu yang membuat tulang anda kuat, orang yang rutin minum teh memiliki massa tulang lebih padat.

5. Putihkan Gigi. Anggapan teh bisa membuat gigi nampak kusam rupanya tidak benar, sebab ternyata teh mengandung fluoride untuk mengusir karang gigi. Lebih bagus lagi jika seusai menggosok gigi, anda berkumur dengan teh tanpa gula.

6. Cegah Infeksi. Kandungan teh bisa memperkuat sistem kekebalan dan menangkal serangan infeksi.

7. Atasi kanker. Zat antioksidan bernama polyphenols yang ada dalam teh dapat memerangi kanker.

8. Bebas kalori. Tanpa tambahan pemanis, gula atau susu, teh tetap bebas kalori.

Dengan begitu, teh bagus dikonsumsi bagi orang yang berdiet atau yang ingin mempertahankan berat badan. Coba konsumsi teh hijau sekitar 4 cangkir per hari. Itu dapat membakar lebih dari 80 kalori yang tertimbun di tubuh

Sabtu, 21 Juli 2012

Pola Makan Sehat Saat PUASA


Pola Makan Sehat Saat PUASA


pola makan sehat puasa
Pola Makan Sehat - Hari ini Harrys76 akan berbagi tips sedikit tentang kesehatan, yaitu Pola Makan Sehat Saat PUASA. Ya, PUASA sudah dimulai pada hari ini dan saya yakin pasti kalian berpuasa kan? Awas kalau bolong :).

Kembali ke tema, pada bulan PUASA RAMADHAN ini sudah pasti Umat Islam menjalankan Ibadah Puasa dengan sebaik-baiknya. Tetapi ada yang membuat PUASA mereka menjadi terhambat atau bolong, biasanya Telat makan Sahur, Tergiur, dan lain-lain. Tapi ada satu hal penting yang sering dilupakan orang saat berpuasa, yaitu Pola Makan Sehat Saat PUASA.

Apa saja yang harus kita ketahui tentang Pola Makan Sehat tersebut? Berikut tipsnya:

1. Jadwal
Tentu saja selama berpuasa terjadi perubahan jadwal makan. Dari biasanya tiga kali sehari, kini hanya dua kali sehari, yaitu saat sahur dan buka. Dokter Samuel mengajak kita agar pintar menyiasatinya.

"Pilih makanan saat sahur yang bisa bertahan lama di tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Jangan menyantap makanan yang memicu kadar gula darah cepat turun karena menyebabkan timbulnya rasa lapar lebih cepat," jelasnya.

2. Jumlah
Jumlah makanan yang kita santap saat sahur harus sama seperti saat kita makan di hari biasa. Saat melek untuk makan sahur, pilihlah makanan lengkap yang terdiri dari nasi, sumber protein dan lemak yang lengkap.

3. Jurus memasak
Nutrisi dari setiap makanan bisa diketahui dari cara masak. Selama puasa, kebanyakan orang asal memilih makanan asalkan kenyang. Padahal jika tahu triknya, makanan akan sangat membantu tubuh agar tidak mudah lapar, lemah, letih dan lesu.

"Jangan banyak makan makanan gorengan dan terlalu banyak protein karena bisa bikin cepat haus. Pilih karbohidrat kompleks, yaitu nasi merah, yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil," ungkapnya.

4. Jenis
Dokter Samuel juga menyarankan untuk memasukkan sumber gula 10 menit menjelang imsak. Tapi, jangan masukkan gula kompleks atau makanan serba manis. Makanlah buah atau sayur yang mengandung karbohidrat dan berserat.

"Buahnya langsung dikunyah atau diblender, bukan di jus. Karbohidrat dalam buah akan diserap tubuh secara perlahan dan turun pelan-pelan sehingga serat ini membantu menjaga gula darah tetap stabil dan tidak bikin cepat lapar. Sesudahnya, minum air putih minimal empat gelas agar tidak dehidrasi," jelasnya.

Hampir 14 jam berpuasa, akhirnya tiba saatnya berbuka. Karena kadar gula darah sudah sangat rendah, maka segeralah berbuka dengan yang manis. Eits, bukan kolak, sirup, teh atau es buah. Pilih manis yang sehat, yaitu jus buah.

"Kalau pas sahur buahnya dikunyah, pas buka buahnya di jus, karena tidak ada seratnya. Pilih buah yang banyak airnya, seperti semangka, melon atau jeruk. Jus cuma mengandung air dan sangat dibutuhkan karena selama berpuasa kadar air dalam tubuh rendah," jelasnya.

Lanjut dengan sholat magrib. Sesudah sholat, Anda boleh makan lengkap seperti saat sahur. Kemudian solat taraweh. Pulangnya, boleh makan makanan mengandung karbohidrat kompleks untuk mengisi otot dan menjadi cadangan karbohidrat untuk puasa esok hari.

Keempat hal diatas harus Anda pahami dan lakukan agar saat Anda berpuasa tidak sakit. Atau pun Anda mempunyai tips Pola Makan Sehat sendiri, kiranya boleh berbagi dengan berkomentar dibawah.

Sekian dari saya tentang Pola Makan Sehat Saat PUASA, semoga dapat bermanfaat. TERIMAKASIH!
sumber: Yahoo

Kamis, 19 Juli 2012

" MOHON MA'AF LAHIR BATIN "

Jika Terselip Khilaf dalam Canda ,
Tergores Luka dalam Tawa,
Tersinggung Rasa Dalam Bicara  Dan Tingkah Laku Kami ..................

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H,
Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah SWT. Amin.
Jazaakallahu Khairan. Wassalam,

( Sucipto Raharjo & Keluarga )

Minggu, 08 Juli 2012

PROVOKASI

Minggu, Maret 13, 2011

Mengubah Nasib Dengan Kata, oleh Rahmadsyah Nurdin


Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat saya yang baik. Semoga sapaan salam saya hadir dalam suasana usaha-usaha terbaik yang sedang Anda lakukan untuk menciptakan nasib baik bagi kehidupan Anda. Mudahan, Anda dan saya selalu terbimbing, supaya terus dan terus mengupayakan diri menjadi pribadi-pribadi yang semakin bertambah baik amalnya.

Mengubah nasib dengan kata. Itulah tema yang akan di bahas oleh Bapak Prasetya M Brata, pembicara siaran Provokasi di Smart FM pada event The 2nd Indonesia NLP Confence, 2 April 2011. Saya tidak begitu tau bagaimana persisnya maksud dari tema tersebut. Bahkan mungkin Anda pun bertanya-tanya di dalam hati, seperti saya juga.

Tulisan ini saya tulis, bukan karena sudah ada bisikan bocoran atau kisi-kisi (seperti ujian di sekolah dulu ya, ada kisi-kisinya) dari beliau. Namun, berdasarkan pengalaman yang saya alami, yang tiba-tiba saja muncul di fikiran saya, saat saya duduk di depan simungil Acer untuk menulis.

Tema ”Mengubah Nasib dengan Kata” pun, menjadi pilihan kupasan ide-ide gila di fikiran saya. Berbicara mengenai nasib, tidaklah lepas dengan freewill. Ada yang mengartikan freewill itu sebagai sesuatu yang masih ada wewenang dalam diri kita untuk menentukan mana yang mau kita pilih.

Ini sangat sesuai kalau di lanjutkan dengan penjelasan yang saya dapatkan saat mengikuti training Ummat Terbaik Hidup Berkah, yang diselenggarakan oleh Dinar Coach. Bapak Syamsul Arifin sebagai trainernya menjelaskan, yang namanya Nasib itu terbagi dua.Pertama, nasib yang sudah di tentukan. Kedua, nasib yang masih bisa kita tentukan.Sebagai contoh, nasib yang sudah ditentukan itu seperti kecelakan pesawat, lahir dari ayah ibu siapa, dan dari suku apa. Sementara yang masih bisa kita tentukan, Contoh : Seperti saya sekarang ini, mau menulis ”Mengubah Nasib dengan kata-kata”. Padahal saya masih punya kesempatan dan pilihan untuk menulis tema lain kan? Dan ini sifatnya bukan paksaan atau keharusan. Berbeda dengan nasib yang petama tadi.

Kembali ke tema, ngomong-ngomong mengenai ”Mengubah Nasib Dengan Kata”. Kalau Anda mau tau lebih detil dan lebih rinci, bisa ikuti The 2nd Indonesian NLP Conference, pada 2 April 2011, ikut kelas Pak Prasetya M.Brata. Sementara saya sekarang akan membahas menurut versi saya.

Sebelumnya saya mau mengetahui, siapa diantara Anda pernah mengalami kondisi seperti di bawah ini:

  1. Anda Melakukan presentasi / prospecting ke klien / nasabah Anda, ternyata hasilnya, nasabah merespon tidak sesuai dengan harapan Anda. Dan kejadian ini Anda alami berulang-ulang sampai 7 kali.
  2. Anda seorang lelaki sedang melakukan PDKT, dengan seorang gadis pujaan hati. Apabila Anda mendengar, melihat apalagi berdekatan dengannya, memunculkan gejolak nan membara pada bagian tertentu di tubuh Anda. Kemudian Anda menyampaikan isi hati Anda kepadanya. Namun, si wanita merespon tidak sebagaimana Anda harapkan. Anda mencoba berulang kali, tapi hasilnya tetap sama. Demikian pula terjadi dengan usaha Anda kepada wanita lain (yang menjadi pujaan hati Anda setelah di tolak oleh pertama, ceritanya cari lain lagi).
  3. Anda seorang wanita, telah didatangi oleh 10 orang lelaki yang menyatakan niat serius untuk menikahi Anda. Namun, ditengah perjalanan proses perkenalan antar keluarga dan persiapan lainnya, selalu saja ada kendala yang menyebabkan, niat baik itu tidak terjadi. Hingga sampai sekarang Anda masih tetap sendiri.
  4. Anda seorang yang dulu pekerja (employee) sudah memutuskan pensiun dini. Kemudian mulai membuka usaha sendiri. Jenis usaha pertama anda kerjakan ”Bisnis pulsa”. Sayang, hasilnya tidak sesuai harapan Anda. Kemudian anda coba dengan ”Bisnis EO”, pun hasilnya tidak sesuai harapan Anda. Bahkan mencoba berganti dengan jenis usaha lain, hingga sampai sekarang, belum ada hasil sebagaimana Anda harapkan.

Pertanyaan saya, pada contoh kondisi di atas  ;
  1. Apakah Anda akan mengatakan kepada diri anda ”Aku memang tidak cocok jadi Sale/penjual, buktinya sudah beberapa kali aku melakukan penawaran/prospect tidak ada yang beli”.
  2. Apakah Anda akan berpendapat tentang diri Anda ”Aku memang tidak layak untuk di cintai, memang aku tidak pantas dengan nya, lebih baik aku menjomblo saja”. 
  3. Apakah Anda akan memutuskan mengenai diri Anda ”Seperti nya aku memang terlahir untuk sendiri selamanya, karena sudah 10 orang lelaki mencoba membangun hubungan, toh hasilnya nihil”.
  4. Apakah Anda akan menganggap diri Anda ”Ternyata aku memang tidak bakat dan cocok jadi pedagang (pengusaha), lebih baik aku melamar bekerja kembali. Sudah 4 kali ganti usaha, hasilnya tetap aku rugi”.

Empat contoh gambaran peristiwa di atas, hanyalah sebagian kecil dari banyaknya peristiwa dalam kehidupan ini, yang amat mengasyikkan untuk kita bahas. Namun, cukuplah itu saja dulu untuk menjelaskan ”Mengubah Nasib dengan Kata”. Entah seperti apa kata-kata yang terbingkai dalam fikiran Anda, seandainya perumpamaan di atas, Anda yang mengalaminya. Apakah akan seperti anggapan di atas tadi? Mudah-mudahan saja tidak.

Pada akhirnya, Mengubah Nasib dengan kata adalah keahlian, kesadaran, kejelian, dalammemutuskan memilih dan menyusun kata-kata untuk memaknai, mengartikan dan menyikapi suatu peristiwa dan kejadian yang Anda alami. Sekali lagi, Nasib Anda dan saya, sangatlah tergantung dari keputusan kata-kata yang Kita pilih, gunakan, ambil untuk membingkai suatu kejadian. Karena, hampir keseluruhan tindakan dan perilaku kita, sangat tergantung pada kata-kata yang tersusun dalam fikiran kita. Baik itu disadari atau tidak. Jadi, dengan mengubah kata, kita telah mengubah nasib kita. Dan mengubah nasih adalah dengan menstruktur kata-kata yang tepat pada konteksnya. 

Ciganjur, 10 Maret 2011

Kamis, 05 Juli 2012

                                               PANTUN  JENAKA

"Burung pipit buah kedondong
Pa minta duit dong ....... "

Lalu sang suami pun membalas
pantun tersebut.

"Burung pipit buah kedondong
Burung papa dijepit dulu dong ......... "

Disambut lagi oleh sang istri ............

"Burung pipit
buah kedondong
Udah dijepit
uangnya dong......."

Ehh suaminya bales lagi

 "Burung pipit
 buah kedondong
Jepit lagi
dong ......... "

Dibales lagi sama istrinya

"Burung pipit
 buah kedondong
Dasar pelit
ntar tuh titit dipotong ..... "

Dengan PEDE nya si suami bales lagi

"Burung pipit
buah kedondong
Kalau titit dipotong
ntar kamu bengong ......... "

Dengan geram istri jawab lagi

  "Burung pipit buah kedondong
Titit dipotong ....
 cari brondong dong .......... "

Senin, 02 Juli 2012

Cagub dan Cawagub DKI Tidak Pro Buruh

cagubKEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) Sucipto Rahardjo menyatakan, dari enam (6) pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak ada yang pro terhadap buruh.
“Semua calon tidak ada yang bicara program untuk buruh, yang ada para calon rebutan beresin Jakarta, banjir dan macet, mana ada yang bicara hapuskan outsorcing, mana tuh,” kata Cipto kepada kedaiberita.com, Senin (02/07/12).
Hal tersebut dikatakan Cipto karena melihat tidak ada spanduk maupun poster dari Cagub dan Cawagub yang megatakan, hapuskan outsorcing atau tolak outsorcing.
“Hapuskan outsorcing adalah isu buruh yang hingga kini masih diperjuangkan, akan tetapi tak satupun dari Cagub maupun Cawagub DKI Jakarta yang berani menolak outsorcing. Artinya semua Cagub dan Cawagub DKI Jakarta masih pro modal,” terangnya.
Cipto mengatakan, tak adanya isu buruh dikarenakan para Cagub dan Cawagub DKI Jakarta kemungkinan diduga danannya berasal dari para pengusaha.
“Makanya tak ada isu outsorcing yang yang diangkat oleh para Cagub dan Cawagub DKI Jakarta,” terang Cipto.
Cipto menambahkan, para organisasi buruh yang selama ini mendukung Cagub dan Cawagub DKI Jakarta siap-siap kecewa lagi.
“Ya, kalau jagonya terpilih dan tidak melaksanakan apa yang dimauin organisasi buruh itu siap-siap aja kecewa. Kan sudah ada pengalamannya sewaktu dukung SBY jadi Presiden RI. Buktinya kontrak politik hapuskan outsorcing, tidak berjalankan sampai sekarang,” pungkasnya.


Sabtu, 23 Juni 2012

Sejarah Perpajakan di Indonesia

Pada mulanya pajak merupakan suatu upeti (pemberian secara cuma-cuma) namun sifatnya merupakan suatu kewajiban yang dapat dipaksakan yang harus dilaksanakan oleh rakyat (masyarakat) kepada seorang raja atau penguasa. Saat itu, rakyat memberikan upetinya kepada raja atau penguasa berbentuk natura berupa padi, ternak, atau hasil tanaman lainnya seperti pisang, kelapa, dan lain-lain. Pemberian yang dilakukan rakyat saat itu digunakan untuk keperluan atau kepentingan raja atau penguasa setempat dan tidak ada imbalan atau prestasi yang dikembalikan kepada rakyat karena memang sifatnya hanya untuk kepentingan sepihak dan seolah-olah ada tekanan secara psikologis karena kedudukan raja yang lebih tinggi status sosialnya dibandingkan rakyat.
Dalam perkembangannya, sifat upeti yang diberikan oleh rakyat tidak lagi hanya untuk kepentingan raja saja, tetapi sudah mengarah kepada kepentingan rakyat itu sendiri.  Artinya pemberian kepada rakyat atau penguasa digunakan untuk kepentingan umum seperti untuk menjaga keamanan rakyat, memelihara jalan, pembangun saluran air, membangun sarana sosial lainnya, serta kepentingan umum lainnya.
Perkembangan dalam masyarakat mengubah sifat upeti (pemberian) yang semula dilakukan cuma-cuma dan sifatnya memaksa tersebut, yang kemudian dibuat suatu  aturan-aturan yang lebih baik agar sifatnya yang memaksa tetap ada, namun unsur keadilan lebih diperhatikan. Untuk memenuhi unsur keadilan inilah maka rakyat diikutsertakan dalam membuat aturan-aturan dalam pemungutan pajak, yang nantinya akan dikembalikan juga hasilnya untuk kepentingan rakyat sendiri.
Di Indonesia, sejak zaman kolonial Belanda ternyata telah diberlakukan cukup banyak undang-undang yang mengatur mengenai pembayaran pajak, yaitu sebagai berikut:
  1. Ordonansi Pajak Rumah Tangga;
    1. Aturan Bea Meterai;
    2. Ordonansi Bea Balik Nama;
    3. Ordonansi Pajak Kekayaan;
    4. Ordonansi Pajak Kendaraan Bermotor;
    5. Ordonansi Pajak Upah;
    6. Ordonansi Pajak Potong;
    7. Ordonansi Pajak Pendapatan;
    8. Undang-undang Pajak Radio;
    9. Undang-undang Pajak Pembangunan I;
    10. Undang-undang Pajak Peredaran.
Kemudian diundangkan lagi beberapa undang-undang, antara lain:
  1. UU Pajak Penjualan Tahun 1951 yang diubah dengan UU No. 2 Tahun 1968;
    1. UU No. 21 Tahun 1959 tentang Pajak Dividen yang diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1967 tentang Pajak atas Bunga, Dividen, dan Royalti;
    2. UU No. 19 Tahun 1959 tentang Penagihan Pajak Negara dengan Surat Paksa;
    3. UU No. 74 Tahun 1958 tentang Pajak Bangsa Asing;
    4. UU No. 8 Tahun 1967 tentang Tata Cara Pemungutan PPd, PKK, dan PPs     atau Tata Cara MPS-MPO.
Terlalu banyaknya undang-undang yang dikeluarkan mengakibatkan masyrakat mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Selain itu, beberapa undang-undang di atas ternyata dalam perkembangannya tidak memenuhi rasa keadilan, dan masih memuat unsur-unsur kolonial. Maka pada tahun 1983, Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat melakukan reformasi undang-undang perpajakan yang ada dengan mencabut semua undang-undang yang ada dan mengundangkan 5 (lima) paket undang-undang perpajakan yang sifatnya lebih mudah dipelajari dan dipraktikkan serta tidak menimbulkan duplikasi dalam hal pemungutan pajak dan unsur keadilan menjadi lebih diutamakan, bahkan sistem perpajakan yang semula official assessment diubah menjadi self assessment. Kelima undang-undang tersebut adalah:
  1. UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP);
  2. UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh);
  3. UU No. 8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPnBM;
  4. UU No. 12 Tahun1985 tentang PBB (masih menggunakan official assessment);
  5. UU No. 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (BM).
Pada tahun 1994, empat dari kelima undang-undang di atas kemudian mengalami perubahan dengan mengubah beberapa pasal yang dipandang perlu dengan undang-undang, yaitu:
  1. UU No.6 Tahun 1983 diubah dengan UU No. 9 Tahun 1994;
  2. UU No. 7 Tahun 1983 diubah dengan UU No. 10 Tahun 1994;
  3. UU No. 8 Tahun 1983 diubah dengan UU No. 11 Tahun 1994;
  4. UU No. 12 Tahun 1985 diubah dengan UU No. 12 Tahun 1994;
Kemudian pada tahun 1997 pemerintah membuat beberapa undang-undang yang berkaitan dengan masalah perpajakan untuk mendukung undang-undang yang sudah ada, yaitu:
  1. UU No. 17 Tahun 1997 tentang Badan Penyelesaian dan Sengketa Pajak;
    1. UU No. 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
    2. UU No. 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa;
    3. UU No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak;
    4. UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
Adanya perkembangan ekonomi dan masyarakat yang terus menerus dan untuk memberikan rasa keadilan dan pelayanan kepada Wajib Pajak, maka pada tahun 2000 pemerintah kembali mengubah undang-undang perpajakan, yaitu:
  1. UU No. 16 Tahun 2000 tentang KUP;
  2. UU No. 17 Tahun 2000 tentang PPh;
  3. UU No. 18 Tahun 2000 tentang PPN dan PPnBM;
  4. UU No. 19 Tahun 2000 tentang PPSP;
  5. UU No. 21 Tahun 2000 tentang BPHTB;
  6. UU No. 34 Tahun 2000 tentang PDRD; serta
  7. Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai.
Kemudian pada tahun 2002, dengan menimbang bahwa Badan Penyelesaian Sengketa Pajak belum merupakan badan peradilan yang berpuncak di Mahkamah Agung maka dibentuklah suatu Pengadilan Pajak dengan UU No. 14 Tahun 2002 sebagai pengganti UU No. 17 Tahun 1997.
Perubahan terakhir undang-undang perpajakan baru-baru ini dilakukan pada tahun 2007 dan 2008 yang menghasilkan UU KUP No. 28 Tahun 2007 yang berlaku mulai tahun 2008 dan UU PPh No. 36 Tahun 2008 yang berlaku mulai tahun 2009. Namun, dilatarbelakangi adanya sunset policy beberapa waktu lalu, maka UU KUP diperbaharui lagi dengan adanya UU No. 16 Tahun 2009 sebagai penetapan Perpu No. 5 Tahun 2008 yang hanya mengubah satu bunyi ketentuan Pasal 37A ayat (1) UU KUP No. 28 Tahun 2007.UU PPN/PPNBM  No. 42 tahun 2009 yg berlaku I April 2010

Kamis, 21 Juni 2012

Canda

Bercanda Ada Batasnya

Penulis: Ummu ‘Aisyah
Saudariku muslimah, berbeda dengan sabar yang tidak ada batasnya, maka bercanda ada batasnya. Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat. Hal ini tidak dilarang selama tidak berlebihan.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun Bercanda
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati serta membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya. Bila tertawa, beliau tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula dalam bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadits yang menceritakan seputar bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)
Adapun contoh bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bercanda dengan salah satu dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Ahadits Shahihah, no hadits 70)
Adab Bercanda Sesuai Syariat
Poin di atas cukup mewakili arti bercanda yang dibolehkan dalam syariat. Selain itu, hal penting yang harus kita perhatikan dalam bercanda adalah:
1. Meluruskan tujuan yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan. Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.
2. Jangan melewati batas. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa seseorang.
3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda. Terkadang ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.
4. Jangan bercanda dalam perkara-perkara yang serius. Seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim (pengadilan-ed), ketika memberikan persaksian dan lain sebagainya.
5. Hindari perkara yang dilarang Allah Azza Wa Jalla saat bercanda.
- Menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)
- Berdusta saat bercanda. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
- Melecehkan sekelompok orang tertentu. Misalnya bercanda dengan melecehkan penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa tertentu dan lain sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.
- Canda yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang bercanda dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau menyifatinya dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.
6. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk. Allah telah berfirman, yang artinya, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Isra’: 53)
7. Tidak banyak tertawa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)
8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkannya.
9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda. Umpamanya celotehan dan guyonan para pelawak yang mempermainkan simbol-simbol agama, ayat-ayat Al-Qur’an dan syair-syiarnya, wal iyadzubillah! Sungguh perbuatan itu bisa menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.
Demikianlah mengenai batasan-batasan dalam bercanda yang diperbolehkan dalam syariat. Semoga setiap kata, perbuatan, tingkah laku dan akhlak kita mendapatkan ridlo dari Allah, pun dalam masalah bercanda. Kita senantiasa memohon taufik dari Allah agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang wajahnya tidak dipalingkan saat di kubur nanti karena mengikuti sunnah Nabi-Nya. Wallahul musta’an.
***
Diringkas dari: majalah As-Sunnah edisi 09/tahun XI/ 1428 H/2007 M.
Artikel www.muslimah.or.id

PERSAHABATAN
                                              Bukan 
                                             berjalan
                                            seperti 
                                          gunting

                                Meskipun lurus
                                    ....... tapi ......
                               ..... memisahkan
                              yang menyatu

 tapi sahabat
    .....itu
       Berjalan
         Seperti jarum
             .... meski ...........
                menusk dan menyakiti
                   .....tapi ..........................
                     menyatukan
                        .............yang terpisah

Terkadang
      diriku suka
           salah kata
               ........tapi...
                 Hatiku ..........
                    .......... tak pernah
                        ada niat melukai


                                                  Sahabat .......
                                         Bukan untuk jadi
                                   teman yang hanya ......
                             bersenang-senang ................

            tapi  saling .........
                     mengingatkan
                  jujur juga peduli
         tak ada iri hati

                                           ...selalu ........
                                          bersama-sama
                                          berbagi suka dan duka

                                           serta belajar
                                           saling mengerti
                                           memaafkan

                                                                  satu ditimur
                                                                  satu dibarat
                                                                  teman-teman
                                                                  tetap ku ingat

               bulan boleh bulat
             besi boleh berkarat
           gunung boleh meletus

         ... tapi ................
      persahabatan
        jangan sampai putus

...                                   Semoga hari ini lebih baik dari .....
                                                  kemarin .........

                                  Selamat pagi slamat beraktifitas

- - -># TETAP DALAM GARIS PERJUANGAN  - - - - >>>>